Terserah kau yang menentukan
Sudah terlampau lama ku berdamai dengan harapan
Hingga mual dan muak kurasa bersamaan
Rasi bintang tlah ku gambarkan
Sampai rasa dalam hati telah terkuburkan
Tak terasa secangkir kopi ludes kuhabiskan
Tak pernah sedikitpun terdengar ada balasan
Mengapa tuhan ciptakan perempuan
Jika hanya untuk melukiskan kepedihan
Jiwa yang terjajah perlu di bahagiakan
Tak melulu selalu soal percintaan
Di teras gubuk dekat sepasang pilar
Hati dan pikiran kini sedang buyar
Terbayang wajah dia yang entah sedang memikirkan siapa
Atau mungkin sedang bersama siapa
Rasa yang sedang bersemayam di sela-sela kerongkongan
Kini ia merontah penuh kerinduan
Di dendangkannya lagu kesukaan
Meraba bayang, mengirim pesan, menyekat impian
Entah fluktuasi glukosa atau lagu-lagu Fiersa juga semua puisi Wira Nagara
Yang terus menyuntikan harap membuang duka pada ruang kosong yang kau sebut jiwa
Kini, terserah dia yang menentukan
Pergi menjauh menghapus kenangan
Atau pulang pada rumah yang sebenarnya ia rindukan.
-Daffa Ramadhan
👍🦖
BalasHapus