Diksi tentang fiksi.

Di malam yang biasanya muram
Juga ditemani kepulan asap kelam
Duduk ditepi ranjang memandang figura hitam
Yang kau hadiahkan didepan teman-teman

Ku raba kaca tipis sambil mengucap doa
Menghentakan kaki menjernihkan jiwa
Berharap esok situasi berpikah kembali
Pada kelana yang tak percaya diri

Tapi kini gerbang perharapan terbuka lagi
Untuk hati yang sudah lama menanti
Berpulangnya sang putri yang pernah pergi
Dari dekapan yang dulu mati

Menunggu memang sekedar memalingkan pandangan
Menengadahkan tangan pada semesta
Mencuri waktu di dinginnya malam
Saat kicauan orang berubah tenang

Yang dicari itu bukti bukan janji
Janji yang pernah terucap dari seorang putri

Kelana yang memang tak percaya diri
Berlari kesana dan kesini
Tapi mungkin hati ini sedang mati
Untuk mencari pengganti seorang putri

Daffa Ramadhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir kalimat.

Trust to comeback...