Akhir kalimat.
Setelah pengorbanan tak lagi dihargai
Angkat kaki dan terlempar dari bumi
Merangkul asa serta memangku pinasti
Merogok saku yang ada hanya jeruji
Dalam benak yang ada ingin benci
Perlahan hati membuka diri
Bagi seseorang yang elok bagai sedratari
Bidadari wangi ataupun seorang putri
Kelana yang hanya bisa menahan siku
Kini ia bisa tegap mengangkat dagu
Dengan hati yang tak lagi sekeras batu
Juga pikir meluas tak fokus "satu"
Memang benar kelana tetap menagih janji
Janji suci yang terucap dari seorang putri
Sudahlah,
Yang putri harus tahu kini,
Kelana tak lagi sendiri
Tak lagi benci ataupun iri
Hanya bersiap pergi dan berpindah ke lain hati.
@Wm.
Komentar
Posting Komentar