Tanpa judul.
Terlambatkah?
Disini diruang pribadi ini masih ku gantung bingkai yang menggambarkan kebahagiaan kala itu, kuikatkan kedua lenganku disekeliling kepalamu sambil tersenyum tipis menatap lensa kamera, dimana kita masih menyapa, saling saut menyaut atas nama rasa kasih dan sayang. Mencintaimu itu bukan sekedar menyatukan dua hati yang berbeda tapi aku tahu bagaimana cara untuk bisa membahagiakanmu, cara memperlakukanmu, cara menahan dan mendampingimu yang mungkin kebanyakan orang belum tahu cara itu. Dibalik bingkai putih didalam kaca bersih terpatut satu nama yang takkan pernah hilang dari akal budi yang membawa sejuta kenangan indah dimasa paling indah tiap siswa, tepat memang jika dikatakan situasi berpihak padaku saat itu, dimana aku merasa bahagia, merasa dicintai, merasa diperhatikan.
Jika memang ini jalan terbaik yang tuhan kita rencanakan, jalani dengan penuh keikhlasan karena seorang sahabat pernah berkata, tuhan akan memberimu apapun tapi tuhan takkan semata mata memberimu dengan percuma, sekecil usaha juga doamu akan diperhitungkan. Aku yakin tuhan memberi waktu untuk kita saling mendewasakan diri dan pada saatnya nanti kita akan saling membahagiakan kembali.
Mungkin masa yang terbaik ini cepat ataupun lambat akan segera berakhir di gantikan dengan pengembaraan yang harus menghasilkan kedewasaan. Tapi, kisah yang ada dibalik masa takkan pernah terlupa.
Pintuku takkan pernah tertutup karena ingatan takkan pernah dilupa.
Daffa Ramadhan.
Komentar
Posting Komentar