Fatamorgana merubah fakta

Memang pijakan kaki tak terlampau lama
Teringat pertama saat kita saling menyapa
Kau juga daku masih menerka nerka 
Apakah pantas kita berjuang bersama

Tak sadar dengan waktu kita semakin dalam
Hingga rela menahan kantuk hanya untuk kalimat selamat malam

Yang diramal akan membahagiaan
Malah berbuntut kekecewaan
Mungkin kini takan ada lagi obrolan
Atau bahkan sekedar sapaan
Entah apa yang menjadi hambatan
Bisa jadi soal penderangan,

Kita hanya sibuk saling menyalahkan
Tanpa berfikir untuk membetulkan

Pelangi yang dirindukan tak kunjung melingkar di garis tawang
Hanya diam, dan bersembunyi dibalik awang
Tapi kini, tak perlu pelangi hanya sekedar ingin riang
Hanya perlu berdamai dengan deburan jiwa dan hati yang tenang.

Daffa Ramadhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir kalimat.

Diksi tentang fiksi.

Trust to comeback...