Tetap disini bersama para pengabdi
Krangkeng batu pembawa anomali
Riak sunyi para gadis berbais
Mencengkram pena penggurat aksara
Tanpa didengar semua yang dikata
Jalan apa yang di pilih?
Mendengar! Sentak kinja terpedaya
Dengan raut wajah muram durja
Penjaga menghentikan sesuatu yang menyiksa
Sebuah doa dari penjaga
Pada siswa yang memuja;
Nak, mayapada takan mampir diujung dermaga, hanya usaha kelana yang tercipta.
Kau lahir bukan untuk dibual atau membual, aurum pagi memuai nilai diri dari hati.
Tak kentara sudut bumi yang dicari
Guratan penamu hari ini bisa jadi tuah dikemudian hari.
Dekat pintu kelas pukul 11 siang
--DaffaRamadhan
gangerti bangsat
BalasHapus