Teruntuk jiwa yang tak lelah berdoa

Raut wajah merupakan ungkapan sejarah  dari sebuah pengorbanan.

Tangannya yang membelai lembut tak pernah mengenal kata meminta.

Sentuh kasihnya menerka tak ingin di sangka, memandangi bumantara dari atap gubuk sambil sejenak tercenung ditepian senja.

Pernahkah meminta?

Sejak buaian kau ditimang hingga kolase hidup yang di isap, tapi apa? Tak ada meminta keluar dari senyumnya.

Dari balik tirai ia berdoa pada tuhan, tanpa meminta diberi suatu balasan.

Maaf bu.

Tangga sekola
22 Januari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir kalimat.

Diksi tentang fiksi.

Trust to comeback...