Mengubur asa dibalik hati yang binasa

Biar sudah bergerak mundur lupakan sejarah
Sejarah yang mungkin jauh dari kata cerah
Memang tidak sampai bercucuran darah
Hanya perasaan yang cengah dan terasa begah

Sudahlaah,

Berdiri menjunjung tonggak yang dipikul
Memang benar ku sedang terpukul

Sakit?
Memang Iya, tapi terlampau gerah
Seperti diberondong ribuan anak panah
Kata fiersa bicara, cepat kau benarkan kerah
Juga berdiri memerdekakan jiwa yang terjajah.

Kawan cakap kau selalu diinjak
Kurasa hati bukan tempat memijak
Bak langkahan kaki seekor biawak
Tapi hanya mencoba berdiri dengan bijak

Didengarnya kata suci dari seorang khalifah
Cakapnya dia, sekali waktu ku pernah kecewa dan sialnya aku salah memendam harap pada manusia.

Teruntuk suldaf yang sedang memerdekakan hatinya; (24012018)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir kalimat.

Diksi tentang fiksi.

Trust to comeback...