Bermodal langkah kaki dan tekad yang tinggi

Sinar fajar masih bersembunyi di balik malam kelam.
Sudahku langkahkan kakiku menjuju tujuan
Sambil memikul beban yang berisi makanan
Dipandangnya kiri kanan yang terlihat hanya hutan.

Beberapa waktu kemudian, hangatnya mentari baru menyinari
Mata kami baru terbelalak saat menikmati indahnya pagi
Terasa hidup di pelataran surgawi

Perjalanan tak terasa karna kami saling berbagi
Dibukanya nya isi peti agar menahan konsentrasi
Sambil mematut kaki juga saling memberi motivasi

Raga yang sampai di puncak bumi pertiwi
Seakan tak percaya pada diri sendiri yang mampu melawan letih juga emosi
Disana, kami menangis tanda terharu akan perjuangan yang tak kenal berhenti

Disini kami bercerita dengan jiwa dan raga
Benar kata para pujangga, bukan kita yang mengukir karya tapi peristiwa yang menggurat aksara.

Cianjur, 24 januari
Kami para pendaki

Komentar